What's new

Story Of r_e_z_1TM1

r_e_z_1TM1

New member
Screenshot (32).png
Foto Karakter :
Nama Karakter : r_e_z_1TM1
Asal : Indonesia

Kawan, ingin ku ceritakan sesuatu padamu. Sesuatu yang takkan pernah ku lupakan. Sesuatu yang sangat ku sesali. Sesuatu yang selalu membuatku menangis saat mengenangnya. Sesuatu yang takkan ada seorangpun yang ingin mengalaminya. Apakah itu? Itulah kematianku.
Hari itu, hari di mana aku mati. Ku kancing bajuku dengan terburu-buru. Selepas berpakaian aku segera menyiapkan barang bawaanku. Golok, celurit, pedang dan yang lainnya takkan ku lupa. Hari ini aku akan berperang. Bergegaslah aku berangkat menuju medan perang yang begitu hebat. Medan perang yang sangat ku rindukan.

Mak aku pamit dulu teriakku tuk pamit pada ibuku. Jangan menginap di rumah temen kamu lagi, hari ini Mama masak makanan kesukaan kamu loh, pinta ibuku. Hari ini aku pasti pulang, Mak Aku janji aku pasti pulang kataku Setelah itu aku langsung pergi meninggalkan rumahku, meninggalkan ibuku sendirian. Aku tak mencium tangannya. Aku tak ucap salam untuknya. Maafkan aku ibu, aku tak sabar. Aku tak sabar untuk berperang. Aku tak sabar memenggal kepala musuhku.

Sepanjang jalan wajah ibuku selalu mengambang di pikiranku. Wajahnya yang mulai keriput tak bisa lepas dari otakku. Perasaanku mulai tak enak. Namun aku harus buang perasaanku itu. Aku akan berperang, bukan? Aku harus konsentrasi.

Sesampainya di medan perang aku bergegas menemui teman-temanku. Mereka tersenyum lebar. Mereka kegirangan sebagai sambutan untuk panglima perang mereka yang telah datang. “ Gimana senjata lu? Lengkap gak? “ tanya salah satu kawanku. “ Weiits, iyalah. Gue kan udah tak sabar. Gue yakin hari ini kita menang lagi” jawabku dengan nada sombong.

Setelah itu kami berbincang untuk mengatur strategi peperangan nanti sembari menunggu kawanan musuh kami datang dan menyatakan siap. Kami terbakar api semangat. Kami tenggelam dalam rasa tak sabar. Hingga akhirnya waktu yang kami tunggu-tunggu tiba. Musuh kami tiba di tempat. Namun aneh, jumlah mereka sangat sedikit. Kalah banyak dengan jumlah kawananku.

Dengan jumlah sedikit itu mereka takkan bisa menang dari kami. Kami akan menghabisi mereka satu per satu. Takkan ada yang tersisa. Mereka bukan tandingan kami. Dari kejauhan kami melihat mereka. Wajah mereka begitu pucat, nampaknya mereka ketakutan. Seperti anak kucing kehilangan induknya. Selain itu senjata mereka pun sangat minim.

“ Friends, hari ini kita pasti menang “ kataku pada kawan-kawanku. Mereka terseyum seraya mengiyakan perkataanku. Satu persatu dari mereka mulai maju. Begitu juga dengan pihak kami. Ku perintahkan bawahanku untuk maju pertama sedangkan aku hanya mengawasi dari jauh. Pertarungan hari ini sangat sengit. Matahari membakar ubun-ubun kami hingga berasap. Asap semangat yang sudah lama kami tak rasakan.

Para pejalan kaki lari terbirit-birit pergi meninggalkan tempat itu. Mereka takut kena sasaran kami. Melihat sekelompok pelajar tauran adalah hal yang mengerikan bagi mereka. Maka dari itu mereka pergi ke tempat yang lebih aman. Semoga saja mereka tak memanggil polisi.

Pertempuran berlangsung cukup lama. Namun ada hal ganjil yang terjadi. Astaga, apa ini? Prajuritku terluka sedangkan pihak musuh masih utuh tanpa sedikitpun goresan. Ku perintahkan lagi prajuritku yang lainnya untuk maju. Namun sama saja, makin banyak yang terluka sedangkan mereka tidak. Prajuritku mulai sekarat.

Kami mulai bingung. Akhirnya tanpa pikir panjang kami semua maju melawan mereka. Tak lagi ku pedulikan prajuritku yang tergeletak di aspal panas. Tak lagi ku pedulikan matahari yang menyengat. Aku harus menang.

Bagus, pihak musuh mulai terluka. Aku berhasil menyayat tangan musuhku hingga daginggnya tampak. Pedangku ini memang tajam. Musuh kami mulai berjatuhan. Sebagian dari mereka mulai sekarat. Kami mulai merasa senang. Gembira tak karuan.

Kami menghina mereka yang tengah sekarat. Mencaci, memakinya sepuas hati kami. Namun anehnya mereka tak menunjukan wajah menyesal maupun takut, mereka malah tersenyum dingin. Cacian kami semakin menjadi-jadi. “ Mati aja lu “ ujar salah satu dari kami.

Saat itu kami lengah. Kami terlalu bahagia. Kami tak menyangka musuh kami bertambah banyak. Mereka keluar dari gang-gang di tepi jalan. Jumlah mereka begitu banyak. Badan mereka pun lebih besar dari badan kami. Kurasa mereka para alumni sekolah musuh kami. Kali ini jumlah kami yang kalah banding. Jadi inilah strategi mereka? Sial, mereka benar-benar licik. Kenapa aku tak dapat menebaknya? Pihakku sudah mulai sedikit karena sudah banyak yang terluka. Kami takkan sanggup melawan mereka yang begitu banyak.

Steam Hex : steam:11000014b35ac6a
Nama Discord : RyuGenX#1451
 

Top